Selasa, 22 April 2014

BLUE BERRY HILL


I found my thrill on Blueberry Hill
On Blueberry Hill when I found you
The moon stood still on Blueberry Hill
And lingered until my dreams came true

(The wind in the willow played
Love's sweet melody
But all of those vows we made
Were never to be)

Though we're apart, you're part of me still
For you were my thrill on Blueberry Hil

Lagu yang ditulis secara keroyokan oleh Rose, Vincent/Stock, Larry Lawrence, Lewis.Al di atas memang menggetarkan, memikat, indah dan berkharisma. Sehingga berjubel penyanyi yang telah dan akan menyanyikannya. Pada tingkat dunia mereka adalah Fat Domino, Louis Amstrong, Shakin Steven, Cliff Richard, Nat King Cole, Skeeter Davis, Andy Williams dan banyak lagi. Saya tak begitu tahu apakah penyanyi-penyanyi beken nasional seperti Broery Pesolima, Bob Tutupoli atau Victor Hutabarat sering dan suka menyanyikannya, tapi saya yakin sekali-kali pasti pernah, karena mereka pasti ingin diasosiasikan dengan penyanyi tingkat dunia pujaan masing-masing.

Para penyanyi entertainment personators Elvis Presley yang saya kenal – ada ratusan personator Elvis di Indonesia - seperti Jhonny Killian, Erol, Dr. Mukti, atau Youngky Presley, adalah yang paling gemar melantunkan lagu Blue Berry Hill yang bergengsi dan very popular itu. Dan juga dari kelompok penyanyi-penyanyi dan group band Country. Nah, dari kalangan inilah saya melihat satu-satunya singer yang paling pas dan benar membawakan lagu Blue Berry Hill adalah almarhum Anto Sumarsono vokalis Ikapari Country Band. Bukan karena saya juga mantan kugiran group ini, atau punya kedekatan dengan mas Anto, lalu saya menilai demikian. Namun saya melihatnya dari sudut pandangan rasional dan empiris, dimana mas Anto memang pernah bersekolah dari tingkat SMP sampai Universitas di Washington DC, Amerika. Tentu sedikit banyaknya telah faham muatan budaya dalam sebuah lirik lagu-lagu barat.

Bila Anto Sumarsono menyanyikan Blue Berry Hill, maka yang bergetar bukan hanya hati, tapi panggung dibuatnya bergetar dan bergoyang. Walau structur lagu itu sederhana dengan akor tiga batu plus modulasi yang manis,tapi syair dan karakternya yang blues banget membuat mas Anto selalu tampak passionate dan penuh vibrasi menyanyikannya, ia akan seperti trance dan kelojotan sendiri, apalagi jika musik pengiringnya dibuat panjang dan diimprove interludenya oleh masing-masing instrument yang ada. Setiap pemusikpun akan terbawa gokil sehingga kadang tampak pemain lead gitar, biasany Ucu Tuankota si Ambon kurang manise, merem-melek dalam mengilik-ngilik gitarnya. Saya sendiri merasakan ada gairah yang meluap setiap lagu Blue Berry Hill dilantunkan, sehingga membuat saya akan bermain organ secara all out, tak menyisakan sejengkal pun ruang dan tuts untuk tak dijelajah, dari ujung kiri sampai ujung kanan. Bahkan pernah sekali panggung roboh oleh ulah kami yang kesetanan karena lagu ciptaan Rose dan Vincent itu. Tapi sebenarnya paktor utama yang membuat panggung limbung, bergoyang lalu roboh, karena para penonton yang jumlahnya ribuan disergap hujan lebat, lalu ramai-ramai naik panggung tanpa basa-basi.

I Found My Thrill, adalah larik pembuka lagu yang penuh makna, mungkin ada getaran jiwa di sana, trilling, dan ada thriller, atau ada tremolo suara, lukisan hati yang terpesona pada objek cinta. Bisa jadi adalah ungkapan rasa yang telah menemukan kebenaran dan kepastian dari sang pujaan hati. Sehingga di bait terakhir mengatakan dan mendeklare, “ Though we're apart, you're part of me still, For you were my thrill on Blueberry Hill” Perpisahan yang ditaruh di telapak kaki, sungguh membuat suatu kedekatan yang nyata dalam bayangan. Walau mimpi belum menjadi nyata, tapi terasa bulan atau harapan masih berdiri tenang dan pasti di atas bukit aneka warna rasa, nuansa dan suasana, Blue Berry itu sendiri aneka makna, salah satunya “ The blue-black berries are smooth-skinned, round, juicy, and sweet. Look for firm, uniformly sized blueberries that are indigo blue with a silvery frost.” Oleh keindahan dan kepastian yang menanti, maka pengarang berkata “ The moon stood still on Blueberry Hill, And lingered until my dreams came true.

Keindahan dan thrill akan bertambah kuat dan nyata ketika melewati syair.” The wind in the willow played Love's sweet melody, But all of those vows we made, Were never to be.” Layaknya sebuah syair bagus, walau di tengan harapan pasti, ia tetap saja akan menyisakan tanya dan keraguan, walau itu menyempal dan menyiksa, ada juga realita yang mengambang bak buih ombak putih-putih yang dibawa angin menuju pantai, apakah akan tiba menghempas, atau pecah di tengah laut, who knows?. Karena kita takkan tahu apa is the end, maka lebih menenangkan mendengar atau membaca interpretasi lagu Blue Berry Hill oleh Louis Amstrong di bawah ini :

l(I found my thrill)
Come climb the hill with me, baby
(on Blueberry Hill)
We'll see what we shall see
(on Blueberry Hill)
I'll bring my horn with me
(when I found you)
I'll be wit' you where berries are blue
(the moon stood still)
Each afternoon we'll go
(on Blueberry Hill)
Higher than the moon we'll go
(and lingered until)
Then, to a weddin' in June we'll go
(my dreams came true)
Ba-ba-da-de-buzz-buzz va-de-n-da-day

The wind in the willow played (do you really love me)
Love's sweet melody (as I love you?)
But all of those vows we made (will you still remember)
Were never to be (when the night is through?)

Though we're apart, you're part of me still
For you were my thrill on Blueberry Hill




Tidak ada komentar:

Posting Komentar