Selasa, 24 Desember 2013

KATA-KATA


Sutardji Calsoum Bachri punya credo membebaskan kata-kata dari beban makna, sementara Kuntowijoyo justru hendak mengukuhkan makna-makna yang mungkin dari kata-kata. Dalam konteks motivasional dan pemgembangan diri, tentu kita akan memihak Kunto, karena kata-kata pada dasarnya adalah produk pikiran yang sangat powerful untuk menentukan kedirian kita. Orang berpikir dengan kata-kata. Dan orang dinilai dari niat atau pikiran yang dibahasakan. Pokoknya kata-kata adalah kreasi mental, dus menunjukkan mentalitas manusia.
Tindakan adalah terjemahan atau pengingkaran dari kata-kata. Orang bisa saja membenci seseorang dalam hatinya atau dalam kata-kata yang tak terucapkan, tapi sikap dan tindakannya bisa malah memuji , ABS atau bersikap munafik. Orang tua bisa sangat mencintai anaknya dalam mental, tapi demi mendidiknya, ia kerap membentak, atau memukul anaknya. Jadi kebaikan dan keburukan sesungguhnya ada dalam pikiran atau kata-kata atau niat. Sedangkan tindakan adalah tools kata-kata atau hanya kreasi fisik belaka yang bersifat kondisional dan pandai beradaptasi.
Ketika ada sebuah quotes yang berbunyi,” Anda adalah apa yang dipikirkan,’ maka itu adalah kebenaran. Jadi selalulah beri asupan pikiran anda dengan kata-kata bagus, baik dan indah. Misalnya dengan mengatakan “ Aku adalah orang penting”…” Aku orang berharga”…” Aku harus sukses” dll. Tindakan mensugesti diri ini sekaligus membunuh potensi pikiran negative untuk berperan dan menguasai anda secara mental. Menurut penelitian, kita bisa berpuasa makan, tapi tidak berpuasa dari pikiran. Bahkan dalam tidurpun pikiran selalu bermain, sehingga muncullah mimpi-mimpi yang adalah manifestasi dari pikiran yang menyusup, atau gambaran yang disusun oleh alam bawah sadar, tempat pikiran-pikiran baik atau buruk mengendap atau menyelam untuk sementara.
Jadi kita harus selalu mengisi ruang-ruang atau kamar-kamar otak kita yang elastis dan plastis dengan pikiran-pikiran atau kata-kata bermakna. Kita harus selalu berjibaku mensiasati desakan kata-kata yang dalam 24 jam menjelmakan sebanyak lebih dari 150,000 pikiran, positif atau negatif. Paling tidak dengan menyuntikkan ke dalam benak kata-kata positif, itu akan meningkatkan hormone serotonim didalam diri yang adalah hormon kebahagiaan. Dengan begitu akan tercipta kondisi yang kondusif untuk memulai segala sesuatu. Hari yang dimulai dengan senyum telah meraih separo sukses yang menanti di depan.
Ketika para malaikat dan syaitan meragukan kapasitas Adam yang akan diplot Allah untuk menjadi khalifah di bumi, karena menurut mereka hanya akan membuat kerusakan, bukankah Allah telah membuktikan bahwa penilaian mereka itu salah dengan terlebih dulu mengajarai Adam dengan kata-kata atau ayat-ayat tentang segala sesuatu. Terlihat jelas bahwa semua bermula dari “ Kata” yang mempormulasikan pikiran-pikiran dahsyat Nabi Adam dan anak-cucunya. Sehingga bisa mewarisi dunia ini dengan fungsi kekhallifaannya yang optimal dan sukses. Hanya dirinya sendirilah yang bergenggam erat pada arahan Tuhan yang akan meluputkannya dari menghancurkan diri sendiri.
Kata-kata negatif dalam bentuknya yang paling awal, adalah bisikan-bisikan setan yang dulu telah menjerumuskan Adam dan Hawa berupa penyakit was-was. Menurut imam Raghib al-Ashfahani bahwa was-was adalah pikiran jelek ( negative) yang terlintas. Asalnya kalimat waswas adalah suara yang halus dan bisikan yang lembut. Sedangkan Imam Ibnu Qayyim mengtakan “ Was-was adalah sesuatu yang dilemparkan secara halus ke dalam jiwa, bisa dengan suara halus yang tidak bisa didengar kecuali yang dibisikkan atau bisa juga tanpa suara sebagaimana waswas setan kepada seoramg hamba.” Jadi sumber datangnya rasa waswas adalah dari jin dan setan dari diri manusia sendiri yang gagal merawat kata-kata atau pikiran positif di dalam dirinya yang dating dari luar maupun dari dalam dirinya sendiri.
“ Maka setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan setan berkata.” Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal ( dalam surge).” ( QS.Al-A-raf ayat 20).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar